skip to main |
skip to sidebar
SOLO
– Persema langsung berpesta di laga pembuka Liga Primer Indonesia.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Manahan Solo kemarin, tim
berjuluk Laskar Ken Arok tersebut membantai tuan rumah Solo FC dengan
skor telak 5-1.
Dua dari lima gol Persema disarangkan Irfan Bachdim di menit 26 dan 40.
tiga gol lainnya dilesakkan Jaya Teguh Angga pada menit 19, Robbi
Gaspar (47), serta M Kamri (70). Satu-satunya gol balasan Solo FC
dicetak Yunet Hardiyanto pada menit 77.
Di babak pertama, tim besutan Timo Scheuneman tersebut sudah unggul
empat gol. Dominasi Persema sangat terasa sejak kick off pertandingan
dimulai. Barisan tengah yang dimotori Robbie Gaspar dan sang kapten
Bima Sakti mampu mendikte permainan tuan rumah. Keroposnya lini
belakang Solo FC juga membuat barisan depan Persema leluasa mengoyak
gawang Ryan Budi Setyawan.
Irfan Bachdim sangat leluasa menyarangkan bola karena longgarnya
pengawalan pemain lawan. Begitu juga dengan gol-gol lainnya. Sedangkan,
gol balasan Solo FC lebih disebabkan blunder penjaga gawang Sukasto.
Melihat perbandingan materi kedua tim, kualitas Solo FC memang satu
tingkat di bawah Persema. Pada pertandingan kemarin, Solo FC murni
mengandalkan amunisi domestik. Dua pemain asal Australia masing-masing
kiper Alexander Vrteski dan gelandang David Milchesky belum bisa turun
bertanding karena alasan administrasi. Selain itu, pelatih berpaspor
Serbia Branko Babic juga tidak terlihat di bangku cadangan Solo FC.
Kondisi ini jauh berbeda dengan kubu Persema. Di laga kemarin, Timo
Scheuneman menurunkan tiga pemain asingnya sejak menit awal. Mereka
adalah Robbie Gaspar, Ngon Mamoun, serta Seme Patrick. Termauk bintang
baru mereka Irfan Bachdim. Sedangkan, Kim Jeffrey Kurniawan baru
dimasukkan di menit 56 menggantikan Mon Mamoun.
Asisten pelatih Solo FC Hong Widodo meminta pasukannya tidak terlalu
larut dalam kesedihan. Sebaliknya, berbagai pelajaran yang didapat dari
pertandingan ini harus menjadi motivasi untuk menghadapi laga-laga
selanjutnya.
”Kekuatan tim kami menjadi pincang setelah pemain asing belum bisa
diturunkan. Akan tetapi, kami memberikan apresiasi kepada para pemain.
Mereka telah berusaha menampilkan seluruh kemampuannya. Selain itu,
para pemain kami juga sangat percaya diri meskipun lawan yang dihadapi
diperkuat pemain-pemain asing,” jelasnya.
Manajer Solo FC Totok Supriyanto menambahkan, saat ini izin bekerja
pemain asing dan pelatih sedang diurus. Pihaknya berharap dalam laga
berikutnya mereka sudah bisa membela tim.
Terpisah, Pelatih Persema Timo Scheuneman mengatakan, kemenangan
merupakan modal berharga. Pasukannya bisa mendominasi pertandingan
karena permainan tuan rumah gembos setelah para pemain asingnya tidak
bisa tampil.
”Saya yakin, setelah Solo FC diperkuat pemain-pemain asing, kualitasnya
akan jauh berbeda. Sebab, para pemain muda yang dimiliki mereka juga
sangat berpotensi,” uajrnya.
Persema gulung solo fc
SOLO
– Persema langsung berpesta di laga pembuka Liga Primer Indonesia.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Manahan Solo kemarin, tim
berjuluk Laskar Ken Arok tersebut membantai tuan rumah Solo FC dengan
skor telak 5-1.
Dua dari lima gol Persema disarangkan Irfan Bachdim di menit 26 dan 40.
tiga gol lainnya dilesakkan Jaya Teguh Angga pada menit 19, Robbi
Gaspar (47), serta M Kamri (70). Satu-satunya gol balasan Solo FC
dicetak Yunet Hardiyanto pada menit 77.
Di babak pertama, tim besutan Timo Scheuneman tersebut sudah unggul
empat gol. Dominasi Persema sangat terasa sejak kick off pertandingan
dimulai. Barisan tengah yang dimotori Robbie Gaspar dan sang kapten
Bima Sakti mampu mendikte permainan tuan rumah. Keroposnya lini
belakang Solo FC juga membuat barisan depan Persema leluasa mengoyak
gawang Ryan Budi Setyawan.
Irfan Bachdim sangat leluasa menyarangkan bola karena longgarnya
pengawalan pemain lawan. Begitu juga dengan gol-gol lainnya. Sedangkan,
gol balasan Solo FC lebih disebabkan blunder penjaga gawang Sukasto.
Melihat perbandingan materi kedua tim, kualitas Solo FC memang satu
tingkat di bawah Persema. Pada pertandingan kemarin, Solo FC murni
mengandalkan amunisi domestik. Dua pemain asal Australia masing-masing
kiper Alexander Vrteski dan gelandang David Milchesky belum bisa turun
bertanding karena alasan administrasi. Selain itu, pelatih berpaspor
Serbia Branko Babic juga tidak terlihat di bangku cadangan Solo FC.
Kondisi ini jauh berbeda dengan kubu Persema. Di laga kemarin, Timo
Scheuneman menurunkan tiga pemain asingnya sejak menit awal. Mereka
adalah Robbie Gaspar, Ngon Mamoun, serta Seme Patrick. Termauk bintang
baru mereka Irfan Bachdim. Sedangkan, Kim Jeffrey Kurniawan baru
dimasukkan di menit 56 menggantikan Mon Mamoun.
Asisten pelatih Solo FC Hong Widodo meminta pasukannya tidak terlalu
larut dalam kesedihan. Sebaliknya, berbagai pelajaran yang didapat dari
pertandingan ini harus menjadi motivasi untuk menghadapi laga-laga
selanjutnya.
”Kekuatan tim kami menjadi pincang setelah pemain asing belum bisa
diturunkan. Akan tetapi, kami memberikan apresiasi kepada para pemain.
Mereka telah berusaha menampilkan seluruh kemampuannya. Selain itu,
para pemain kami juga sangat percaya diri meskipun lawan yang dihadapi
diperkuat pemain-pemain asing,” jelasnya.
Manajer Solo FC Totok Supriyanto menambahkan, saat ini izin bekerja
pemain asing dan pelatih sedang diurus. Pihaknya berharap dalam laga
berikutnya mereka sudah bisa membela tim.
Terpisah, Pelatih Persema Timo Scheuneman mengatakan, kemenangan
merupakan modal berharga. Pasukannya bisa mendominasi pertandingan
karena permainan tuan rumah gembos setelah para pemain asingnya tidak
bisa tampil.
”Saya yakin, setelah Solo FC diperkuat pemain-pemain asing, kualitasnya
akan jauh berbeda. Sebab, para pemain muda yang dimiliki mereka juga
sangat berpotensi,” uajrnya.